jump to navigation

I have a Dream August 24, 2008

Posted by Global Quasis in Spirit Lesson.
add a comment

Stephen R. Covey menyebutkan salah satu kebiasaan yang efektif adalah memulai dengan akhir didalam pikiran. Artinya memulai dengan pengertian yang jelas mengenai tempat tujuan saudara. Ini berarti mengetahui kemana saudara akan pergi sehingga arah hidup saudara tidak tersesat. Dari pengertia Stephen R. Covey itulah dapat disimpulkan bahwa kehidupan diciptakan dua kali. Satu dialam pikiran atau mental dan yang kedua adalah dialam nyata. Bahkan alkitab sendiri mengatakan bahwa yang rohani selalu mendahului yang jasmani. Jadi sebenarnya segala sesuatu diciptakan dua kali. Untuk lebih jelasnya lihatlah bagaimana seorang arsitek membangun sebuah gedung yang besar. Ia selalu membuat rancangan terlebih dahulu (blueprint) setelah itu baru membuat maket dan merencanakan pembangunan sesungguhnya. Tanpa blueprint ia tidak akan pernah bisa membuat suatu bangunan.

Adalah sebuah kebodohan apabila seorang arsitek tidak memiliki blue print sebuah bangunan tetapi membeli semua bahan-bahan bangunan dan mengumpulkan tukang untuk membuat sebuah rumah. Hal yang sama dengan saudara jikalau merindukan hidupmu maksimal. Punyailah gambaran mental mau jadi apa saudara dikemudian hari (tanyalah kepada Tuhan) dan setelah itu berjuanglah untuk menggenapinya. Ingatlah selalu menuliskan dan menggali tujuan hidup adalah seperti seorang arsitek membuat blueprint bagi sebuah bangunan.
Budi Abdipatra

The Power of Purpose August 24, 2008

Posted by Global Quasis in Spirit Lesson.
add a comment

Allah selalu punya tujuan untuk hidup kita! Kita harus menangkap isi hati dan rencanaNya. Tangkap 7 kebenaran ini; niscaya hidupmu pasti berubah.

  1. Segala sesuatu di hidup ada tujuannya.
    Tuhan selalu punya rencana! Dia tidak pernah ciptakan kita asal-asalan dan tanpa tujuan. Kalau kita ada di muka bumi; itu berarti Dia punya maksud dan tujuan menciptakan kita (Roma 8:28; Pengkotbah 3:11). Hidup adalah bicara untuk jadi impact bukan sekedar berhasil dan menjalani hidup.
  2. Tujuanku ada di dalam pikiran Tuhan.
    Di dalam hati Tuhan ada tujuan dan rencana bagi hidup kita! So, pikiranNya bagi kita begitu detil, tepat dan pasti.
  3. Tujuanku terus menerus memanggilku.
    Tak pernah setiap kita diijinkan untuk keluar dari tujuan Allah karena Dia akan mengejar diri kita sampai kita mengatakan “ya” atas rencanaNya
  4. Sewaktu tujuan tidak diketahui maka perusakan atau penyalah gunaan akan muncul.
    Sewaktu kita tidak hidup dalam tujuan Allah maka abuse akan terjadi! Bahkan kekacauan dan perusakan akan terjadi.
  5. Kemampuan dan alamiahku akan memperkirakan tujuanku.
    Tuhan telah tempatkan kemampuan alami dalam diri kita untuk mendukung setiap tujuan yang Dia taruh! Kalau kita rindu menjadi penggenap tujuan Allah; temukan semua potensi yang terpendam dalam diri kita.
  6. Hasratku akan menunjukkan tujuanku.
    Temukan apa yang kita rela untuk melakukan sesuatu habis-habisan tanpa dibayar! Disitulah biasanya panggilan Tuhan dalam hidup kita.
  7. Tujuan urapan adalah memberikan sukses maksimum.
    Urapan Tuhanlah yang jadikan kita terus menaik sampai sukses maksimal terjadi dalam hidup kita.

[Warta GKKD Jogja, diadaptasi dari kotbah Bp. Joshua Dodo W, FIRE Community]

An Excellent Spirit August 19, 2008

Posted by Global Quasis in Spirit Lesson.
add a comment

Tuhan merindukan setiap anak-anakNya bertumbuh dan bertambah didalam segala sesuatu! Dia mau melihat anak-anakNya mengalami peningkatan, pemaksimalan dan penerobosan. TujuanNya sangatlah jelas yaitu agar namaNya diceritakan, disaksikan dan dimuliakan oleh anak-anakNya sehingga setiap orang yang melihatNya menjadi takut lalu percaya kepada Tuhan.

Yakinlah tujuan akhir dari segala yang kita alami adalah agar orang-orang yang belum percaya boleh mendengar kedahsyatan dari Injil Kerajaan. Oleh karena itu, anak-anakNya musti memiliki an excellent spirit di dalam menjalani segala sesuatu baik studi, berkeluarga dan bekerja. Kalau kita merindukan orang-orang yang belum percaya boleh datang kepada Allah yang besar; tunjukkanlah Allah yang besar melalui studi, pekerjaan dan keluargamu. So, tangani itu semua dengan terbaik dan excellent. Bagaimana memiliki an excellent spirit?

  1. Tidak menajiskan diri dan kompromi
    Daniel begitu ekselen karena hidupnya tidak mau kompromi dan menajiskan diri dengan penyembahan berhala (Daniel 1:8). Salah satu berhala di akhir jaman adalah ketidak jujuran. Kalau kita rindu memiliki roh yang excellent maka jauhkanlah ketidakjujuran dari kuliah, sekolah, pekerjaan dan hubungan di dalam keluarga kita. Maka berkat-berkat Allah akan mengikuti kita!
  2. Berjumpa dengan Allah yang ekselen
    Daniel begitu ekselen karena terus berjumpa dengan Allah yang ekselen – penyembahan tengah malam (Daniel 2:19-23); tiga kali sehari berdoa dengan tekun (Daniel 6:11). Tak pelak lagi hidupnya begitu berbeda dan ekselen.
  3. Lakukan seperti untuk Tuhan
    Kalau mau ekselen – lakukanlah apapun yang dipercayakan seperti untuk Tuhan dan lakukan dengan segenap hati sebagai wujud pelayanan kepada Tuhan. Melalui studi kita melayani Tuhan, melalui bekerja kita melayani Tuhan bahkan mendidik anakpun sebagai wujud penyembahan kepada Tuhan. Maka roh yang excellent akan dibangkitkan dalam hidup kita.

Apa dampak dari roh yang ekselen? Pasti dapat promosi (Daniel 6:1-4); berdiri dan melayani dihadapan raja-raja (Daniel 1:19); memiliki hikmat melebihi rata-rata manusia (Daniel 1:20); dicintai oleh raja (Daniel 6:19); bahkan dijaga oleh Tuhan (Daniel 6:22-24)./Budi Abdipatra

Arti Sebuah Ketulusan July 25, 2008

Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Spirit Lesson.
add a comment

John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis.

Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis
Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan
tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.

Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar
merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.

Wanita itu jauh di atas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita.
Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi.
Blanchard sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi
hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut Miss Haynell. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar. Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya John Blanchard dan Anda pasti Miss Mayneel. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam.”

Wanita itu tersenyum, “Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini.
Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”

DO I MARRY THE RIGHT PERSON ? July 24, 2008

Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character, Love, Spirit Lesson.
add a comment

Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran
dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi
guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo
saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi
saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami
anda?”
Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”

“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian
sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan. Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan “jatuh” cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan eksprisi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,
anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,
pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami
eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu
dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.

Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-
hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya
ada di dalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,
Anda bisa!

Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan
mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah
anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus…

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ..

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,
NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan
ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga
juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita
bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan
sebuah DECISION,
dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..

jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..

Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya

[Source : mail]

Kunci Sukses Gereja di China July 24, 2008

Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life and Character, Spirit Lesson.
add a comment
Kunci Sukses Gereja di China
Oleh: Grace Suryani

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.


Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci …, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!


Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan , soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan . Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!

Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan . 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan !

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga.. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan ?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan ..

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.


Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhantertuju! JIWA-JIWA . Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …

Doa… July 24, 2008

Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life Story, Spirit Lesson.
add a comment

Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin
memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.”

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap.

Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi.” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus
menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”

[Source : mail]

No Longer July 19, 2008

Posted by Global Quasis in Announcement, Articles, Business, Dynasis Network, Dynasis Online, Experience, Happiness, Hatred, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Love, Manna, News, Peace, Poetry, Practice, Satisfaction, Spirit Lesson.
add a comment

Begitu aku mengasihi dia, mencintai dia
tp…
semuanya t`lah sirna, sia-sia
apakah benar sia-sia?
kenapa harus terjadi apa yg slama ini jauh dr harapanku
berharap ternyata tetep sia-sia

kenapa dia hrus berkata ‘bukan aku yg terbaik untukmu’
haruskah aq tersiksa sperti ini?
q berkata ‘tidak, km yg terbaik’

tp, hanya nada yg membuat q tdk tenang yg kluar dari mulut-nya
‘iya udahlah, pilihn ada pd km’
biarkan kasih sayang ini tetap terpendam
biarkan `n jngn perneh peduli lg

there’s no longer love for her
I dunno
it’s fact
it’s her choice
goodbye
I can’t help missing you
but
I can’t
`n
I must what I have to be
not to miss u but to forget u
no longer u r the only one
the fact, it’s not
`n the fact’s come to my life
life reality has to be faced

stand with my two feet
not my one foot

who next loves me best and vice versa
nobody, no, no, nope
I am just afraid of loving you
am I really afraid of?

just kiss me good bye
`n again
I will leave for good

in advance everybody, thanks

What a Beautiful Day! July 19, 2008

Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Kesaksian, Life and Character, Love, Peace, Satisfaction, Spirit Lesson.
add a comment

Thanks Lord for Lovin’ me,

I believe in YOU

Thanks for raising me up when I am down,

for caring me,

for blessing me,

for giving me advice,

for lighting my way,

for ALL that I can feel till right now.

Thank you my friends for greeting me as I am,

for being my friend,

for shoring me,

for motivating me,

for caring me,

for inspiring me,

Thank you so much, I can stand with my two feet,

I can’t help being friend with you,

Keep in touch each other!!.

See yuh….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.