Resep pernikahan bahagia September 24, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character.1 comment so far
Dihargai adalah salah satu keinginan terdalam dari setiap mahlik hidup. Kita semua ingin sekali memberi dan menerima lebih banyak pengakuan, meskipun kita tidak menyadari betapa besarnya keinginan itu. Dan yang terpenting, pasangan Anda pun sangat mendambakan pujian dan pengakuan.
Setiap manusia terbiasa melihat hal-hal yang keliru dan langsung mengkonfrontasi hal tersebut dengan melontakan berbagai kritik. Patinya semua itu dinyatakan dengan maksud baik, naum sayangnya efeknya tidak sebaik yang diharapkan.
Alicia dan Derek adalah pasangan muda yang sedang mempertimbangkan sebuah perceraian, karena berbagai kebiasaan sepele yang tidak dapat disatukan. Ketika berkonsultasi atas masalah mereka, Alicia dan Derek diminta untuk melakukan tips berikut ini:
Pertama mereka harus berlatih melakukan “Tiga A”, Acknwoledgement (Pengakuan), Appreciation (Penghargaan) dan Awe (Kekaguman).
1. Acknowledgement (Pengakuan), berarti memperhatikan kualitas atau sumbangan yang luar biasa dalam diri seseorang.
2. Appreciation (Penghargaan), berarti menangkap sifat dan nilai sesuatu atau seseorang dengan mengungkapkan syukur. Sebagai contoh : “Saya benar-benar menghargai kamu mau meluangkan waktu menemaniku berbelanja.”
3. Dan yang terakhir adalah Awe (Kekaguman). Mengagumi berarti memiliki kekaguman atau rasa hormat yang mendalam, diilhami dari sesuatu yang luar biasa atau menakjubkan.
Selain melakukan “Tiga A” tersebut, Derek dan Alicia juga membuat kesepakatan untuk tidak melakukan “Tiga C” yang sangat beracun dan mematikan. Tiga C itu adalah,
1. Criticizing (Mengkritik),
2. Complaining (Mengeluh),
3. Condemning (Menyalahkan).
Mereka belajar, alih-alih menunjukkan kesalahan pasangannya, mereka menggunakan “pendekatan plus”. Artinya, daripada menyalahkan pasangan atas kesalahannya, mereka coba menawarkan solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Anda lihat bedanya? Pendekatan lama yang menyalahkan akan memicu rasa malu dan rasa terpisah, sementara “pendekatan plus” akan terasa segar, inovatif dan terbuka pada kemungkinan baru.
Ini adalah fenomena menarik yang perlu Anda alami dalam pernikahan Anda. Bayangkan atmosfer dalam rumah Anda dipenuhi dengan keamanan, kegembiaraan dan pengakuan, bahkan merupakan sebuah petualangan hidup yang sangat menarik dan tanpa akhir, bukan lagi pengulangan yang berat dan membosankan. Resep tersebut sangat sederhana, cukup Anda lakukan “Tiga A” dan jangan lakukan “Tiga C”, maka kehidupan Anda pasti akan berubah./Jawaban.com/EN
Bertumbuh dengan kesabaran September 20, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character.add a comment
Kesabaran adalah tanda dari kedewasaan seseorang. Kalau saudara ingin bertumbuh, belajarlah untuk bersabar. Saat bayi tidak mendapatkan keinginan mereka dengan segera, mereka akan sangat marah dan menangis keras. Kebanyakan anak-anak sangat tidak sabar, mereka tidak tahu perbedaan antara “tidak” dan “belum”. Kedewasaan melibatkan kemampuan untuk mengunggu, untuk hidup dengan persetujuan yang tertunda.
Kesabaran dimulai dengan mengubah cara pandang saudara. Saat seseorang sedang tidak sabar, orang tersebut mempunyai perspektif yang terbatas. Yang ia lihat hanya diri sendiri, kebutuhannya, keinginannya, tujuannya, jadwalnya, dan bagaimana orang lain telah mengacaukan hidupnya.
Kembangkanlah persepektif yang baru.
Temukan cara baru untuk memanda situasi atau orang yang membuat Saudara terlibat dalam masalah. Apakah saudara ingin tahu rahasia untuk sukses? Kalau saudara ingin menjadi suami atau isteri yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang pasangan saudara. Kalau saudara ingin menjadi orang tua yang sukses, belajarlah melihat kedupan dari sudu pandang anak saudara. Kalau saudara ingin menjadi pebisnis yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang konsumen saudara. Kalau saudara ingin menjadi atasan yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang bawahan saudara.
Pandanglah segala situasi dari perspektif orang lain.
Ketika saudara memandang situasi dari perspektif orang lain, saudara akan mengerti mengapa seseorang merasakan dan bereaksi seperti yang telah mereka lakukan. Ketahuilah bahwa cara lain yang lebih potensial untuk mengurangi konflik dalam kehidupan saudara adalah menempatkan diri saudara dalam posisi orang lain.
Kebijaksanaan
“Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” (Amsal 19:11). Dengan kata lain kebijkasanaan yang dimiliki seseorang membuatnya mampu bersabar. Kebijaksanaan adalah melihat kehidupan dari sudut pandang Allah. Dari perspektif diri saudara akan bisa berkata:
- Saya hanya seorang manusia, bukan Tuhan. Saya tidak sempurna dan tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi dalam kehidupan saya.
- Tidak ada orang lain yang sempurna juga. Jadi seharusnya saya tidak terkejut atau marah secara berlebihan ketika mereka mebuat kesalahan atau mengecewakan saya.
- Tuhan adalah satu-satunya yang memegang kendali. Dia dapat menggunakan situasi, gesekan atau konflik, dan masalah yang saya alami untuk menggenapi rencanaNya dalam hidup saya./Sr/Warta Jemaat GKKD Djogja.
Hidup Berkelimpahan September 20, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character.add a comment
Beberapa orang salah berpikir bahwa kehidupan yang berkelimpahan berarti memiliki banyak uang, mobil-mobil yang baru dan mahal, seorang suami yang ganteng atau isteri yang cantik, bekerja ketika mau bekerja dan berlibur kapan pun mereka mau jika mereka tidak ingin bekerja. BANGUNLAH! Bukan ini hidup yang berkelimpahan yang Yesus katakan. Hal semacam ini adalah fantasi dari televisi.
Kehidupan berkelimpahan adalah:
- Memiliki persekutuan dan hubungan yang dekat dengan Allah melalui Yesus Kristus.
- Dapat mendengar suaraNya setiap hari dan menjawab Dia, bukan hanya hidup oleh pemikiran-pemikiran dan tujuan sendiri.
- Kebutuhan-kebutuhan Anda bukan hanya terpenuhi, namun bahkan lebih lagi, sehingga Anda dapat menjangkau keluar untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
- Berjalan didalam kesembuhan dari penebusanNya, baik Anda dalam keadaan sehat atau dalam proses untuk menerima kesembuhan. Dia menyediakannya bagi kita.
- Berjalan dalam damai dengan orang-orang disekitar Anda
- Berjalan didalam kasih agape, yaitu kasih yang tidak egois, memberi, mengampuni, baik, sabar, rendah hati, penuh iman bagi orang lain dan rela berjalan dua mil dengan orang lain.
- Memiliki damai didalam pikiran Anda dan bukan kebingungan, ketakutan, keragu-raguan, atau kebimbangan.
- Berjalan didalam iman dengan sikap positif, bukan negatif. Percayalah bahwa tidak ada yang mustahil.
- Memiliki keluarga yang mengasihi Allah dan mengasihi satu sama lain.
- Melihat kuasa mujizat Allah bekerja setiap hari disekitar Anda dalam perkara-perkara kecil dan perkara-perkara besar. Memiliki sikap iman, bukan kebimbangan, keragu-raguan dan ketakutan.
- Berjalan didalam kemenangan yang dia telah rebut bagi Anda melalui kematian dan kebangkitanNya dari kematian. Tidak ada lagi rasa malu, rasa bersalah, atau tuduhan atas kegagalan-kegagalan masa lalu, kekalahan, atau dosa Anda, namun berjalan dalam kebenaran, damai, dan sukacita di dalam Roh Kudus.
- Bergerak didalam aliran illahiNya kepada orang lain. Dapat memimpin seseorang kepada Yesus, mendoakan kesembuhan bagi orang lain dan melihat kuasaNya bekerja, mendoakan kelepasan bagi orang lain yang terbelenggu dan melihat mereka dimerdekakan, mendengar dari Allah bagaimana menolong orang lain dan melihat mereka diberkati lewat ketaatan Anda./Sr/Mewaspadai Tipu Daya Setan/Sharon Daugherty/Warta Jemaat GKKD.
If you wanna BE HAPPY September 19, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Entrepreneurship, Life and Character.add a comment
Sewaktu memberi seminar kewirausahaan, saya pernah memberi statement dan bertanya: “If you wanna be happy and rich, don’t go to school!” Lalu pertanyaannya, “Jenis pekerjaan apa itu atau seseorang yang bagaimana itu?”
Kelihatannya enak sekali membaca dan mendengar statement diatas. Ingin happy dan kaya namun tidak usah menuntut ilmu. Pekerjaan apa itu? Coba pikirkan, yang di Indonesia saja, tidak usah jauh-jauh di Amerika, Australia, atau Eropa. Di negara tertentu memang ada yang mendukung ada yang kontra. Buku nya pun sudah terbit beberapa tahun yang lalu dengan pengarang Robert T. Kiyosaki. Dia memang menulis apa yang dialami namun buku tersebut tidak boleh masuk Indonesia.
Jawaban dari statement diatas adalah PREMAN! Mari kita telaah satu persatu statement di atas. Ada dua kata kunci dan satu kalimat pengaruh. Dua kata kuncinya adalah HAPPY dan RICH, sedang kalimat pengaruhnya adalah DON’T GO TO SCHOOL.
- Happy
Apa beda happiness dan pleasure? Happiness kalau diterjemahkan hurufiahnya berarti senang dan sukacita, sedang pleasure (puas). Kalau dilihat seiring kemajuan jaman dan sikap konsumtif, banyak orang yang stress sedikit saja, inginnya makan yang enak-enak (biar puas). Kesal sedikit, inginnya kenikmatan dunia yang hanya sekejap (biar puas). Apakah kita senang hanya dengan makan sate kambing atau bermalam di hotel bintang lima. Apakah semuanya bisa dibeli dengan uang? Apakah sukacita bisa dibeli dengan uang? - Rich
Semua orang ingin kaya. Tidak ada salahnya dengan hal itu, asal dari Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan. Kita boleh suka pada kekayaan namun jangan cinta pada kekayaan. Apakah yang Tuhan janjikan pada kita? “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan (Mat 6:33).” - Don’t go to school
Saya benar-benar tidak ingin ‘latah’ dan tidak ingin berbuat salah. Dulu saya berpikir mau ambil S3, selarang S2 saya ternyata hanya disuruh Tuhan untuk mengerjakan hal-hal taktik saja, sedang strateginya tetap mengacu pada Tuhan.
Kita lihat contoh orang tua kita sendiri. Ayah Ibu saya hanya lulus SMA dan SMP. Teman saya seorang motivator No. 1 di Indonesia bergelar SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat). Lalu apakah sekolah tidak perlu? Jangan katakan tidak perlu kalau Tuhan mau pakai. Seseorang lulusan S3 sekarang ini diperlukan untuk menghitung terobosan micro finance agar bisa membuat sesama financial free dan happy. Jadi apa pilihan Anda?/Daud Tjondrorahardja, Warta Jemaat GKKD Djogja
Berubah? Tidak masalah September 18, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character.1 comment so far
Untuk memiliki hubungan yang kuat dan bertahan lama, Anda dan pasangan harus mampu beradaptasi pada berbagai perubahan. Apa saja yang mungkin berubah dan bagaimana menyikapinya? Perubahan-perubahan yang terjadi, antara lain:
Perubahan gaya hidup
Pada umumnya, pasangan yang baru menikah masih harus banyak menabung untuk mewujudkan beberapa kebutuhan rumah tangga. Keadaan ini tentu saja berbeda dengan keadaan keuangan saat masih sendiri. Sekecil apapun pendapatan dirasa besar karena hanya ditujukan untuk diri sendiri. Belum lagi, kebutuhan sehari-hari biasanya masih mendapat dukungan orang tua. Berbeda keadaan setelah menikah, ketika seseorang harus mulai memikirkan kebutuhan bersama di atas kebutuhannya sendiri. Tentu saja perubahan ini berpengaruh pada gaya hidup.
Perubahan lokasi tempat tinggal
Pasangan muda adalah orang-orang yang memiliki mobilitas sangat tinggi. Kenyataannya tidak sedikit yang terpaksa membeli rumah di pinggiran kota karena alasan keuangan. Situasi ini tentu membawa berbagai perubahan dalam menjalani hari-hari. Jika ketika sendiri ia dapat gaul bersama teman-teman sepulang kantor, kini langsung pulang karena jarak tempuh lumayan jauh sebelum dapat beristirahat.
Perubahan teman-teman
Menikah membuat seseorang memiliki kesempatan mendapapat teman-teman baru karena pindah lokasi tinggal maupun tambahan teman dari pasangan. Disaat yang sama, pernikahan juga membuat seseorang kehilangan beberapa temannya karena alasan yang sama. Belum lagi perubahan status, dari single menjadi menikah, membuat seseorang cenderung mencari teman berstatus sama untuk berbagi suka dan duka.
Perubahan cara pandang
Setelah menikah seseorang melihat dunia lebih realistis. Awalnya, seseorang menginginkan pasangan yang selalu bersemangat dan berpenampilan rapi dalam kesehariannya. Lama kelamaan ia tidak akan selalu menuntut hal yang sama. Prioritas pun semakin bergeser pada hal-hal yang biasanya disepakati bersama.
Perubahan kepribadian
Sebelum menikah seseorang umumnya berusaha menunjukkan peribadi terbaiknya. Setelah menikah semuanya seperti luntur, maka muncullah pribadi sebenarnya. Bersiaplah menghadapi hal-hal terburuk yang ditemukan pada pasangan setelah masa bulan madu usai.
Perubahan penampilan
Jika sebelum menikah pasangan selalu terlihat rapi, wangi, cantik dan enak dipandang, bersiaplah melihat pemandangan sebaliknya dari si dia. Jangan kecewa jika menemukannya dalam keadaan ‘tidak siap’, karena yang pasti tidak ada dandanan yang dapat bertahan 24 jam terus menerus tanpa ada pergantian. Belum lagi disaat-saat sidia dirundung masalah atau sakit, ketika seseorang biasanya akan tampak lebih kumal dari biasanya.
Berbagai perubahan setelah hadirnya anak
Semua perubahan yang telah disebut dapat berulang atau bertahan ketika si kecil lahir. Kehadiran anak membawa perubahan sangat besar dalam suatu pernikahan.
Adaptasi dan antisipasi
- Judith Wallerstein dalam bukunya; The Good Marriage: How and Why Lasts, mengemukakan, kunci pernikahan bahagia adalah fleksibilitas. Pasangan yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai perubahan dan memiliki kemampuan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul, biasanya memiliki hubungan yang kuat dan dapat bertahan lama.
- Menerima berbagai perubahan yang tidak bisa diramalkan sebelumnya memang tidak mudah. Untuk itu diperlukan sikap menerima keadaan, belajar menyesuaikan diri dan meningkatkan toleransi terhadap berbagai hal baru yang ditemui dalam perjalanan pernikahan. Sikap saling mengerti dan memahami kesulitan masing-masing dalam beradaptasi menumbuhkan rasa kebersamaan saat mencari solusi yang tepat dalam menyelaraskan hubungan.
- Terbuka kepada pasangan. Ungkapkan hal-hal yang mengganjal selama proses penyesuaian diri dengan berbagai perubahan yang muncul. Dan, komunikasikan berbagai keinginan dan harapan Anda dengan jelas.
- Anda juga perlu sabar mendengarkan pesan yang tersirat dalam ungkapan-ungkapan yang disampaikan pasangan. Komunikasi yang baik mendukung proses penyesuaian diri, serta menimbulkan rasa kebersamaan yang kuat untuk mengadapi segala masalah yang mungkin menghadang.
[Warta Jemaar GKKD Djogja, 07/09/08]
Karakter seorang wirausaha September 16, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Entrepreneurship, Life and Character.1 comment so far
Waktu kelas 4 SD, setiap pulang sekolah karyawan ayah saya menjemput saya dengan menggunakan DKW (Sepeda motor dibawah 50 cc). Pada suatu hari kami mampir beli es campur dekat rumah. Cuaca yang panas terik pagi itu sangat mendung untuk minum es campur dengan cepat. Meskipun saya dibayarin untuk jatah satu gelas, saya mulai berpikir bagaimana supaya dapat jatah lebih namun legal dan tidak berbohong. “Pak!” panggilan saya kepada bapak tukang es. “Es saya terlalu manis pak, boleh minta tolong diberi air dengannya (air kelapa muda) dikit lagi, “tanya saya yang sudah hampir separoh gelas saya minum. Dan memang ditambahi air dengannya sampai gelas saya penuh lagi. “Terima kasih pak” kata saya, segera saya minum kembali. Dengan menggerutkan dahi dalam hati saya berkata “sekarang kurang manis.” Trik dagang orang tua saya langsung menyodok: “wah bapak terlalu banyak memberi airnya hingga manisnya hilang.” Sang bapak menambah sirup dengan senyum dan saya menerima dengan senyuman juga.Cerita diatas bukan untuk mengajari saudara-saudari “nakal”, namun mengerti karakter entrepreneurship. Seperti tertulis dikejadian 25:31, tetapi kata yakub: “juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.” Roh yakun ngerti sekali apa yang diperlukan bagi dirinya. Lalu apa bedanya cerita diatas dengan yakub? kesamaannya sudah jelas yaitu jual menjual (Entrepreneurship). Perbedaannya yaitu roh Yakub mengerti sekali apa yang diperlukan. Roh dan cerita awal diatas hanya mengerti untuk memenuhi raga saja. Dari kedua cerita diatas yang perlu kita ambil hikmah karakternya adalah:
1. Jangan beli ‘ikan’nya. Maksud ‘ikan’ disini adalah raih kebutuhan roh, jangan keinginan daging
2. Beli ‘pancing’nya. Jangan anggap remeh ‘pancing’ yang diberikan pada kita dan tidak bisa memenuhi kebutuhan saat ini, namun pergunakanlah sebagai ‘alat’ (Soft Skills) yang bisa untuk mencari kebutuhan terus-menerus.
3. Last but not least, entrepreneurship jangan diserap dikedangkalan, tapi seraplah entrepreneurship dalam orang mencari “harta karun” didasar laut.
Daud Tjondrorahardja [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Punya tujuan hidup yang jelas September 16, 2008
Posted by Global Quasis in Life and Character, Purpose of life, Renungan.add a comment
Setiap orang harus memiliki tujuan yang jelas. Hanya orang mati yang tidak punya tujuan hidup yang jelas. Tujuan itu berbicara apa jadinya kita suatu hari nanti. Kata lain dari tujuan adalah panggilan, kerinduan hati, mimpi ataupun visi. Ini adalah wajib yang harus dimiliki oleh yang hidupnya yang mau maksimal. Penulis Amsal mengatakan bahwa “bila tidak ada wahyu(visi, tujuan), menjadi liarlah rakyat. “Jadi,… dimana tidak ada visi, disinilah awal kekacauan terjadi. Hellen Keller,seorang yang buta pernah ditanya, “Apa yang lebih buruk dari pada dilahirkan dengan kebutaan?” Dia menjawab, “punya penglihatan tetapi tidak memiliki visi. “Pepatah kepemimpinan mengatakan, “Sembilan puluh persen pencapaian sesuatu adalah karena mengetahui apa yang kita inginkan (WHYSIWYG – what you see is what you get).
Memiliki tujuan hidup adalah prasyarat awal dari kesuksesan bagi seorang pemimpin. “Rahasia dari hidup yang sukses adalah menemukan apa yang harus dilakukan dan melakukannya.” Demikianlah perkataan Henry Ford, seorang pencetus industry otomotif dan visionaries. Salah satu kutipan emas yang disusun oleh Geoffrey Moss adalah “seorang manejer dengan visi sering lebih berharga bagi suatu perusahaan daripada seorang manajer dengan berbagai keterampilan.” Anggun Cipta Sasmi dalah sebuah wawancara dengan Gatra mengatakan “Meninggalkan tanah air merupakan keputusan besar dan berat tetapi aku tidak pernah menyesalinya karena aku punya ‘mimpi’.”
Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Carilah orang yang mau September 16, 2008
Posted by Global Quasis in Leadership Challenge, Life and Character.add a comment
Untuk menemukan the potential leader, kita perlu mencari orang yang mau bukan sekedar mampu. Mau ikut Tuhan, mau dibentuk jadi murid, mau bayar harga, mau habis-habisan, mau sepakat denganmu, mau ada dibawah otoritas dan mau taat. Tuhan memilih orang-orang yang berespon mau, seperti Maria saat dipanggil oleh Tuhan, seperti kata Firman di dalam Lukas 1:38, bunyinya: Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”Tahukah bahwa Yesus memanggil Petrus bukan sebagai orang yang mampu? Petrus bukanlah orang yang hebat dan orang yang luar biasa! Tetapi dia adalah seorang nelayan yang sederhana dan mungkin tidak berpendidikan tinggi. Tetapi yang hebat adalah dia mau untuk dipakai untuk menjadi pemimpin. Bahkan dia segera dengan cepat merespon panggilan Tuhan (Matius 4:18-22). Saya yakin sikap inilah yang Tuhan suka.
Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Think? September 15, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Life and Character.add a comment
What must be thought? How can we think? When do we think? Where do we think? Just think where you are now. Kita sekarang ini apa yang kita pikirkan kemarin. Jika pikiran itu positif, hari ini kita akan cenderung positif. Tentunya positif terhadap orang lain, positif melihat orang lain dan positif dalam setiap sikap kita saat ini jika sebelumnya kita sudah berpikir positif. Apa iya….Yes, that is fact.
Terkadang sepele apa yang kita pikirkan. Sepele dari apa yang akan dihasilkan oleh apa yang kita sedang pikirkan. Tapi satu hal, iya atau tidak, terbukti bahwa hasil dari pemikiran positif akan tetap mendatangkan hasil yang positif pula.
Berpikir positif dimulai dari sekarang. Meditasi untuk berpikir positif sangat efektif bila dilakukan di pagi hari sebagai awal dalam memulai kehidupan setiap kita sehari-hari.
Regards,
Immer, Active in Dynasis Online Network
Terimalah Dengan Ikhlas August 15, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life and Character, Life Story, Renungan.add a comment
Oleh: Sunanto
Ketika Ayub, orang saleh tersebut kehilangan semua anak-anaknya dan harta bendanya, dia tidak menyalahkan Allah dan masih bisa memuji Tuhan. Ketika tubuh Ayub ditimpa barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya, dia masih tidak menyalahkan Tuhan. Ketika isterinya menyarankan Ayub untuk mengutuki Allah masih tetap tidak berdosa dengan bibirnya.
Saya percaya bahwa Ayub sebelumnya telah pernah mengalami pergumulan dalam hidupnya dan mungkin dari pengalamannya tersebut dia memiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak akan terlambat memberi pertolongan kepadanya. Akan tetapi, untuk kali ini pertolongan Tuhan sepertinya tidak datang-datang juga.Tidak terjadi mujizat seperti yang dia pernah alami sebelumnya. Lambat laun iman Ayub mulai goyah sehingga dia mengutuki hari kelahirannya dan menyalahkan Allah yang telah bersikap tidak adil kepadanya. Kemudian Ayub membela diri dan menuntut Allah bahwa dia merasa tidak bersalah. Tetapi pada akhirnya Ayub mencabut perkataannya dan menyesal sehingga Tuhan memulihkan hidupnya.
Saya dulu pernah bergumul menghadapi penyakit kanker yang diderita alm Ayah saya. Selama sekitar 3 bulan saya harus menemani Ayah saya di rumah sakit. Bagi Anda yang pernah melihat orang yang sedang dirawat kanker stadium akhir, tentu dapat memahami bagaimana beratnya penderitaan yang dialami. Sekujur tubuhnya sakit dan mengalami pembengkakan sehingga pasien banyak yang minta disuntik mati karena tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerang. Belum lagi efek dari kemoterapi yang menyebabkan sekujur tubuhnya kepanasan. Walaupun saya tidak benar-benar memahami mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, saya memutuskan untuk menerima dengan ikhlas dan bersyukur kepada Tuhan. Karena kurang tidur dan istirahat selama berbulan-bulan saya terserang penyakit nyeri di kepala yang baru sembuh setelah satu tahun berlalu sejak meninggalnya Ayah saya. Di kepala saya tumbuh bisul yang sakitnya menjalar ke telinga, punggung sampai ke telapak kaki. Pada awalnya saya mengira bisul tersebut akan mudah disembuhkan tetapi Tuhan mengijinkan setahun lebih saya menderita sakit tersebut. Sejujurnya saya sempat kesal juga dengan bisul yang tidak sembuh-sembuh itu.Apalagi saat sakit tersebut mulai menjalar ke telinga dan punggung, bahkan kadang saya mengalami serangan vertigo (keadaan seperti gempa bumi).
Madame J. Guyon mengatakan kita harus menerima segala sesuatu ( kecuali dosa kita) seperti datang dari Tuhan sendiri. Setiap kali penderitaan datang dalam hidup kita, terimalah dengan ikhlas dan serahkan diri kita kepada Tuhan.Dengan melakukan hal ini maka salib yang menimpa kita akan terasa jauh lebih ringan ketimbang bila kita memberontak atau melawan proses Allah. Biarlah api penderitaan tersebut memunculkan emas kesalehan dari diri kita. Inilah proses yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mengalami indahnya hidup dalam keintiman dengan Tuhan. Tidak ada jalan lain kecuali jalan salib yang dapat membawa kita ke sana !
Apakah saya menikah dengan orang yang tepat? July 27, 2008
Posted by Global Quasis in Life and Character.add a comment

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”
Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”
“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”
Inilah jawabanya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun Makanya dikatakan “jatuh” cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta” Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar.. perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal- hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya
ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan
mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. Itu adalah siklus…
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan
sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya
Pada akhirnya, pernikahan itu sesungguhnya adalah decision/ keputusan yang lahir dari consideration/ pertimbangan berdasarkan choice/ pilihan. Artinya bila kita sudah memutuskan dengan siapa kita menikah, keputusan itu seharusnya lahir dari pertimbangan- pertimbangan matang dari seluruh aspek dan kriteria rohani dan logis terhadap pilihan yang diperhadapkan kepada kita. Kalau kita sudah memilih, mempertimbangkan dan memutuskan adalah rancu dan tidak bertanggung jawab bila di pertengahan perjalanan baru kita mempertanyakan “Apakah benar ini pasangan yang tepat buat saya?”
Yang paling penting adalah cari kehendak Tuhan sebelum memutuskan untuk menikah (dan dengan siapa menikah) dan tahu apa yang Dia kehendaki, bila kita pernah atau telah mengambil keputusan yang salah atau tidak tepatpun, satu kabar baik adalah Yesus Kristus Tuhan kita sanggup memulihkan secara total, amin!
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
[Source: Mail]
Arti Sebuah Ketulusan July 25, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Spirit Lesson.add a comment
John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis.
Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis
Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan
tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.
Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar
merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.
Wanita itu jauh di atas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita.
Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi.
Blanchard sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi
hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut Miss Haynell. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar. Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya John Blanchard dan Anda pasti Miss Mayneel. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam.”
Wanita itu tersenyum, “Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini.
Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”
Suka, Sayang dan Cinta July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Life and Character, Love, Peace.add a comment
CINTA adalah hal yang memberi dengan tulus.
[Source : mail]
DO I MARRY THE RIGHT PERSON ? July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Life and Character, Love, Spirit Lesson.add a comment
Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran
dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi
guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.
“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo
saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi
saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami
anda?”
Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”
“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”
Inilah jawabanya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian
sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan. Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan “jatuh” cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan eksprisi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,
anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,
pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami
eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu
dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-
hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya
ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,
Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan
mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah
anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus…
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ..
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,
NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan
ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga
juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita
bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan
sebuah DECISION,
dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya
[Source : mail]
Coca cola dalam renungan July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Announcement, Articles, Experience, Happiness, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Love, News, Peace.add a comment
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan
dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam
gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
Kunci Sukses Gereja di China July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life and Character, Spirit Lesson.add a comment
Oleh: Grace Suryani
Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.
Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci …, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.
Apa sih yang mereka khotbahkan?!
Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.
Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan , soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!
Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …
Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan . Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!
Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan . 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan !
Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga.. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan ?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!
Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).
Guys, can u see the difference?!
Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan ..
Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.
Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!
Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.
Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!
Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhantertuju! JIWA-JIWA . Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!
guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!
Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …
Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …
No Longer July 19, 2008
Posted by Global Quasis in Announcement, Articles, Business, Dynasis Network, Dynasis Online, Experience, Happiness, Hatred, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Love, Manna, News, Peace, Poetry, Practice, Satisfaction, Spirit Lesson.add a comment
Begitu aku mengasihi dia, mencintai dia
tp…
semuanya t`lah sirna, sia-sia
apakah benar sia-sia?
kenapa harus terjadi apa yg slama ini jauh dr harapanku
berharap ternyata tetep sia-sia
kenapa dia hrus berkata ‘bukan aku yg terbaik untukmu’
haruskah aq tersiksa sperti ini?
q berkata ‘tidak, km yg terbaik’
tp, hanya nada yg membuat q tdk tenang yg kluar dari mulut-nya
‘iya udahlah, pilihn ada pd km’
biarkan kasih sayang ini tetap terpendam
biarkan `n jngn perneh peduli lg
there’s no longer love for her
I dunno
it’s fact
it’s her choice
goodbye
I can’t help missing you
but
I can’t
`n
I must what I have to be
not to miss u but to forget u
no longer u r the only one
the fact, it’s not
`n the fact’s come to my life
life reality has to be faced
stand with my two feet
not my one foot
who next loves me best and vice versa
nobody, no, no, nope
I am just afraid of loving you
am I really afraid of?
just kiss me good bye
`n again
I will leave for good
in advance everybody, thanks
What a Beautiful Day! July 19, 2008
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Kesaksian, Life and Character, Love, Peace, Satisfaction, Spirit Lesson.add a comment
Thanks Lord for Lovin’ me,
I believe in YOU
Thanks for raising me up when I am down,
for caring me,
for blessing me,
for giving me advice,
for lighting my way,
for ALL that I can feel till right now.
Thank you my friends for greeting me as I am,
for being my friend,
for shoring me,
for motivating me,
for caring me,
for inspiring me,
Thank you so much, I can stand with my two feet,
I can’t help being friend with you,
Keep in touch each other!!.
See yuh….
Don’t let it LOSE! October 22, 2007
Posted by Global Quasis in Articles, Dynasis Network, Experience, Knowledge, Life and Character.add a comment
Bila perlu bawa buku dan pensil ke kamar mandi. Ide yang paling sering didapat biasanya di kamar mandi. Jika menemukan ide langsung di tulis karena kebanyakan orang ketika dapat ide tidak di tulis sehingga dalam jangka 5 menit, ide itu bisa lenyap dari pikirannya. Jangan biarkan ide-ide tersebut lenyap tanpa bisa di aplikasikan.Karena disaat mencoba untuk memikirkan untuk mendapat sebuah ide tidaklah hal yang gampang tetapi sebaliknya disaat kita sama sekali tidak memikirkan ide tersebut, maka sering sekali ide-ide yang kreatif muncul di dalam otak. Nahh…kalau ada ide-ide yang kreatif, kenapa tidak di tulis aja? Karena bagaimanapun, itu akan bisa digunakan dengan maksimal jika seseorang yang mendapat ide tersebut “berpikir” untuk menggunakannya. Kebanyakan orang menjadi korban apa yang Albert Einstein katakan. Dia bilang begini,”Hanya 5% orang berpikir, 10% mereka merasa kalau mereka sudah berpikir dan 85% mereka lebih memilih untuk mati sia-sia dari pada memilih untuk berpikir”. Woowww..!!! That’s a great statement!
What am I gonna say about thinking of something? Think it and grow on your own mind. A Fresh Mind will result a great idea,
great ideas come from a great moment kept by a great mind. Good Luck for ALL. STAY IN TOUCH!
Regards,
Inspiration of IMMER





Last Update on September 14, 2008