Pribadi yang unggul September 25, 2008
Posted by Global Quasis in Experience, Kesaksian, Life Story.add a comment
Saya membaca pengalaman yang luar biasa ini saat berada di sebuah taksi dalam perjalanan dari rumah ke kantor pagi ini. Kisah-kisah yang diceritakan dalam majalah itu merupakan kiriman dari para penumpang yang berterima kasih karena merasa sangat terbantu, terinspirasi dan mengalami pengalaman yang tidak akan mereka lupakan selama berinteraksi dengan pengemudi taksi dari perusahaan tersebut.
Namanya Ferry Anita, seorang pengemudi taksi wanita Blue Bird dari Pool Narogong, Bekasi. Salah seorang penumpang mengirimksurat kepada manajemen Blue Bird yang berisikan ucapan salut karena apa yang telah dilakukan oleh Ferry. Saat membawa penumpang di sekitar jalan Tol Bekasi Barat di pagi hari, tiba-tiba Ferry menghentikan dengan tiba-tiba taksinya. Hal ini tentu mengagetkan penumpang. Hal ini dia dilakukan karena tepat di depan mereka ada sebuah mobil sedan yang terguling dengan posisi mobil miring kekiri dan berada di tengah badan jalan tol.
Segera Ferry meminggirkan taksinya di dekat mobil yang terguling dan secepatnya keluar untuk membantu. Ternyata di dalam mobil ada sepasang suami istri yang terperangkap. Untungnya kondisi mereka tidak parah karena tertahan oleh seat belt. Dengan dibantu oleh penumpang taksinya akhirnya Ferry berhasil mengeluarkan kedua orang itu dan meletakkannya di pinggir jalan. Ferry kemudian mengambil bekal air mineral dan minyak kayu putih yang selalu dia bawa di taksinya dan memberikannya kepada kedua orang yang terluka itu. Selama kejadian itu tidak ada seorangpun pengemudi yang lewat di pagi yang ramai itu untuk turun membantu. Mereka hanya melambatkan mobilnya dan melihat upaya penyelamatan itu dan kemudian melaju kembali. Ferry dan penumpang taksinya menemani kedua orang yang terluka itu sampai akhirnya petugas jalan tol datang dan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.
Pengalaman berbeda dialami oleh Murdo Caroko seorang pengemudi Blue Bird dari Pool Kelapa Gading. Sebelum menjadi pengemudi taksi, Murdo adalah seorang pegawai di Pelabuhan Tanjung Priok. Suatu malam di dekat kawasan Hotel Mulia Senayan ada seorang bapak yang menyetop taksinya dan minta diantar ke daerah Pluit. Bapak tersebut membawa 1 tas besar dan sebuah bungkusan plastic berwarna putih. Setelah sampai tujuan, sesuai dengan standar yang berlaku di Blue Bird Murdo meminta si bapak untuk memeriksa jangan sampai ada barang yang tertinggal.
Setelah melanjutkan perjalanan beberapa menit, Murdo melihat ke kursi penumpang melalui kaca tengah ada bungkusan plastik putih tertinggal yang diletakkan agak masuk dalam lipatan kursi. Segera dia berhenti dan mengambil bungkusan plastik itu. Sepintas isi tas plastik itu adalah perhiasan dan agar lebih jelas dia turun dan melihat kembali isi bungkusan itu. Ternyata isinya berbagai macam perhiasan emas dan berlian yang jumlahnya cukup banyak. Segera saja Murdo memutar mobilnya kembali ke tempat si bapak tadi turun dan menunggu selama beberapa lama.
Karena bapak yang ditunggu tidak juga muncul akhirnya barang itu dia bawa segera ke pool untuk disimpan. Esok paginya dia mendapat panggilan untuk segera kembali ke pool dan disana ternyata sudah menunggu 4 orang salah satunya adalah bapak penumpang taksinya beserta bungkusan plastik yang tertinggal. Bapak tersebut segera menghampiri dan memeluk Murdo sambil berkata “Terima kasih pak, karena kejujuran bapak telah menyelamatkan hidup orang lain”. Orang yang ikut denganbapak tersebut bergantian memeluk Murdo dan berucap terima kasih. Bapak tersebut kemudian menjelaskan bahwa perhiasan yang tertinggal kemarin hendak dijual dan uangnya akan digunakan untuk biaya operasi anggota keluarganya yang saat ini sedang dalam kondisi kritis di Rumah sakit.
Bapak tersebut mengeluarkan sejumlah uang yang banyak dan hendak diberikan kepada Murdo, namun dia menolak dan berkata bahwa itu memang sudah kewajibannya mengembalikan barang yang memang bukan hak-nya. Karena terus menolak akhirnya Bapak tersebut berjanji akan memberikan bantuan bea siswa kepada anak-anak Murdo sampai mereka selesai sekolah. Saat saya membaca pengalaman-pengalaman menakjubkan itu tanpa terasa ada rasa haru, takjub dan bangga bahwa ternyata kebaikan dan kejujuran itu tetaplah sesuatu yang amat indah wujudnya.
Kedua tokoh dalam pengalaman diatas memiliki hal yang sama: karakter pribadi yang unggul. Walaupun mereka sebenarnya punya pilihan untuk terus saja saat melihat ada kecelakaan atau mengambil barang yang tertinggal tapi mereka lebih memilih untuk peduli pada orang lain dan mengutamakan kejujuran.
Think? September 15, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Life and Character.add a comment
What must be thought? How can we think? When do we think? Where do we think? Just think where you are now. Kita sekarang ini apa yang kita pikirkan kemarin. Jika pikiran itu positif, hari ini kita akan cenderung positif. Tentunya positif terhadap orang lain, positif melihat orang lain dan positif dalam setiap sikap kita saat ini jika sebelumnya kita sudah berpikir positif. Apa iya….Yes, that is fact.
Terkadang sepele apa yang kita pikirkan. Sepele dari apa yang akan dihasilkan oleh apa yang kita sedang pikirkan. Tapi satu hal, iya atau tidak, terbukti bahwa hasil dari pemikiran positif akan tetap mendatangkan hasil yang positif pula.
Berpikir positif dimulai dari sekarang. Meditasi untuk berpikir positif sangat efektif bila dilakukan di pagi hari sebagai awal dalam memulai kehidupan setiap kita sehari-hari.
Regards,
Immer, Active in Dynasis Online Network
Tetap tabah dan sabar! September 14, 2008
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Hatred, Love.1 comment so far
Cinta atau mencintai seseorang tidak selamanya memiliki. Cinta yang membuat kita senang, bahagia, ceria, bersuka, dibangun lari kesana dan kesini, hahha…. tapi cinta juga membuat kita kecewa, marah, emosi, jengkel, dongkol, sakit hati, terpuruk, terluka, ough….banyak deh.
Bilama cinta pergi atau menghilang lenyap, hati-hatilah dengan kekecewaan yang kadangkala tiba-tiba menerobos hidup kita tanpa mengenal batas. Kita bisa jadi rusak, sepele, dan bisa kacau semua apa yang sedang kita lakukan sekarang ini.
Bilamana cinta itu sudah tiada, cinta buat seseorang telah pergi, bersiaplah untuk menghadapinya karena bagaimanapun, kita juga yang mengawali cinta itu sendiri dan jika cinta itu berakhir, hadapi dengan tabah, ambil nilainya dan tetaplah tegar karena jika tidak, kita bisa kehilangan sesuatu yang berharga yang sedang kita bangun dalam hidup kita.
Tetaplah kuat dalam menghadapi situasi yang krisis yang disebabkan oleh cinta itu sendiri dan yang menyebabkan kita terluka. Be strong
Inspired from RIzky
Terimalah Dengan Ikhlas August 15, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life and Character, Life Story, Renungan.add a comment
Oleh: Sunanto
Ketika Ayub, orang saleh tersebut kehilangan semua anak-anaknya dan harta bendanya, dia tidak menyalahkan Allah dan masih bisa memuji Tuhan. Ketika tubuh Ayub ditimpa barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya, dia masih tidak menyalahkan Tuhan. Ketika isterinya menyarankan Ayub untuk mengutuki Allah masih tetap tidak berdosa dengan bibirnya.
Saya percaya bahwa Ayub sebelumnya telah pernah mengalami pergumulan dalam hidupnya dan mungkin dari pengalamannya tersebut dia memiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak akan terlambat memberi pertolongan kepadanya. Akan tetapi, untuk kali ini pertolongan Tuhan sepertinya tidak datang-datang juga.Tidak terjadi mujizat seperti yang dia pernah alami sebelumnya. Lambat laun iman Ayub mulai goyah sehingga dia mengutuki hari kelahirannya dan menyalahkan Allah yang telah bersikap tidak adil kepadanya. Kemudian Ayub membela diri dan menuntut Allah bahwa dia merasa tidak bersalah. Tetapi pada akhirnya Ayub mencabut perkataannya dan menyesal sehingga Tuhan memulihkan hidupnya.
Saya dulu pernah bergumul menghadapi penyakit kanker yang diderita alm Ayah saya. Selama sekitar 3 bulan saya harus menemani Ayah saya di rumah sakit. Bagi Anda yang pernah melihat orang yang sedang dirawat kanker stadium akhir, tentu dapat memahami bagaimana beratnya penderitaan yang dialami. Sekujur tubuhnya sakit dan mengalami pembengkakan sehingga pasien banyak yang minta disuntik mati karena tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerang. Belum lagi efek dari kemoterapi yang menyebabkan sekujur tubuhnya kepanasan. Walaupun saya tidak benar-benar memahami mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, saya memutuskan untuk menerima dengan ikhlas dan bersyukur kepada Tuhan. Karena kurang tidur dan istirahat selama berbulan-bulan saya terserang penyakit nyeri di kepala yang baru sembuh setelah satu tahun berlalu sejak meninggalnya Ayah saya. Di kepala saya tumbuh bisul yang sakitnya menjalar ke telinga, punggung sampai ke telapak kaki. Pada awalnya saya mengira bisul tersebut akan mudah disembuhkan tetapi Tuhan mengijinkan setahun lebih saya menderita sakit tersebut. Sejujurnya saya sempat kesal juga dengan bisul yang tidak sembuh-sembuh itu.Apalagi saat sakit tersebut mulai menjalar ke telinga dan punggung, bahkan kadang saya mengalami serangan vertigo (keadaan seperti gempa bumi).
Madame J. Guyon mengatakan kita harus menerima segala sesuatu ( kecuali dosa kita) seperti datang dari Tuhan sendiri. Setiap kali penderitaan datang dalam hidup kita, terimalah dengan ikhlas dan serahkan diri kita kepada Tuhan.Dengan melakukan hal ini maka salib yang menimpa kita akan terasa jauh lebih ringan ketimbang bila kita memberontak atau melawan proses Allah. Biarlah api penderitaan tersebut memunculkan emas kesalehan dari diri kita. Inilah proses yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mengalami indahnya hidup dalam keintiman dengan Tuhan. Tidak ada jalan lain kecuali jalan salib yang dapat membawa kita ke sana !
Arti Sebuah Ketulusan July 25, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Spirit Lesson.add a comment
John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis.
Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis
Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan
tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.
Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar
merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.
Wanita itu jauh di atas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita.
Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi.
Blanchard sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi
hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut Miss Haynell. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar. Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya John Blanchard dan Anda pasti Miss Mayneel. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam.”
Wanita itu tersenyum, “Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini.
Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”
Coca cola dalam renungan July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Announcement, Articles, Experience, Happiness, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Love, News, Peace.add a comment
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan
dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam
gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
Kunci Sukses Gereja di China July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life and Character, Spirit Lesson.add a comment
Oleh: Grace Suryani
Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.
Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci …, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.
Apa sih yang mereka khotbahkan?!
Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.
Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan , soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!
Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …
Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan . Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!
Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan . 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan !
Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga.. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan ?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!
Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).
Guys, can u see the difference?!
Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan ..
Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.
Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!
Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.
Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!
Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhantertuju! JIWA-JIWA . Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!
guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!
Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …
Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …
Doa… July 24, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Kesaksian, Life Story, Spirit Lesson.add a comment
Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin
memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.”
Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.
Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.
Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.
Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap.
Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi.” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus
menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”
[Source : mail]
No Longer July 19, 2008
Posted by Global Quasis in Announcement, Articles, Business, Dynasis Network, Dynasis Online, Experience, Happiness, Hatred, Kesaksian, Knowledge, Life and Character, Life Story, Love, Manna, News, Peace, Poetry, Practice, Satisfaction, Spirit Lesson.add a comment
Begitu aku mengasihi dia, mencintai dia
tp…
semuanya t`lah sirna, sia-sia
apakah benar sia-sia?
kenapa harus terjadi apa yg slama ini jauh dr harapanku
berharap ternyata tetep sia-sia
kenapa dia hrus berkata ‘bukan aku yg terbaik untukmu’
haruskah aq tersiksa sperti ini?
q berkata ‘tidak, km yg terbaik’
tp, hanya nada yg membuat q tdk tenang yg kluar dari mulut-nya
‘iya udahlah, pilihn ada pd km’
biarkan kasih sayang ini tetap terpendam
biarkan `n jngn perneh peduli lg
there’s no longer love for her
I dunno
it’s fact
it’s her choice
goodbye
I can’t help missing you
but
I can’t
`n
I must what I have to be
not to miss u but to forget u
no longer u r the only one
the fact, it’s not
`n the fact’s come to my life
life reality has to be faced
stand with my two feet
not my one foot
who next loves me best and vice versa
nobody, no, no, nope
I am just afraid of loving you
am I really afraid of?
just kiss me good bye
`n again
I will leave for good
in advance everybody, thanks
What a Beautiful Day! July 19, 2008
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Kesaksian, Life and Character, Love, Peace, Satisfaction, Spirit Lesson.add a comment
Thanks Lord for Lovin’ me,
I believe in YOU
Thanks for raising me up when I am down,
for caring me,
for blessing me,
for giving me advice,
for lighting my way,
for ALL that I can feel till right now.
Thank you my friends for greeting me as I am,
for being my friend,
for shoring me,
for motivating me,
for caring me,
for inspiring me,
Thank you so much, I can stand with my two feet,
I can’t help being friend with you,
Keep in touch each other!!.
See yuh….
Segarkan Pikiranmu July 18, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Dynasis Network, Experience.add a comment
Tanpa mempersiapkan apapun, “pikiran” tetap akan bisa berpikir tapi pikiran perlu diberi makanan sebagaimana setiap orang makan di pagi hari, juga pikiran harus perlu dikasih makan setiap pagi meskipun tadi sudah disebut bahwa tanpa diperhatikan sekalipun, pikiran tetap akan bisa berpikir. Apa sebenarnya yang harus perlu dilakukan dalam menyegarkan pikiran? Ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan, salah satunya menyegarkan pikiran lewat membaca dipagi hari karena pagi hari adalah kondisi yang baik untuk pikiran kita untuk memulai berpikir sepanjang hari yang pasti akan dilalui.
Dengan terbiasa membaca buku dan memberi makan pikiran, hal itu akan membawa pikiran kita lebih mantap dan siap untuk mengeluarkan ide-ide yang cemerlang sesuai dengan kebutuhan. Lalu yang berikutnya berpikirlah bahwa apapun yang akan dihadapi pada hari tersebut pasti bisa diatasi. Sebab, jika di pagi hari kita sudah berpikir “susah untuk dilakukan” maka sebenarnya hari-hari yang akan dilalui tersebut benar-benar akan “susah” untuk dilalui.
Kadang sepele dan jarang dipraktekkan karena sudah kecenderungan setiap kita bangun kita hanya membiarkan pikiran kita itu berjalan begitu saja tanpa memikirkan dan bagaimana membawa pikiran itu bisa mengalami sesuatu hal yang berbeda dari sebelumnya.
Hal ini tidak susah bagi kita untuk melakukannya karena saya rasa ini hal yang sangat sederhana tapi membuahkan hasil yang luar biasa jika hal itu dilakukan secara rutin. Ingatlah selalu apa yang dikatakan oleh Norman Vincent Peale yaitu “You can if you think you can!!”
Jadi didalam segala perkara dan masalah yang akan dihadapi, tidak lepas dari yang namanya “berpikir”. Hal “berpikir” disini bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dengan berpikir positif bahwa masalah itu bisa diselesaikan.
Self-Inspiration » www.dynasis-network.co.cc
Set your mind into "Positive Thinking" July 17, 2008
Posted by Global Quasis in Articles, Dynasis Network, Experience.add a comment
Wow… !!! Everyone can make a success on their life. Setiap orang punya potensi di dalam dirinya. Kita diciptakan bukan menjadi orang yang gagal. Berpikir positif terhadap segala sesuatu adalah awal keberhasilan di masa yang akan datang, karena apa yang kita pikirkan hari ini, itulah yang terjadi di hari esok. So, Keep on positive thinking, “You’re able to do it”
Dalam sehari kita bisa menghasilkan 5000 pikiran dan 95% adalah cenderung ke pikiran Negatif dan hanya 5%-nya pikiran Positif. Jadi, kita butuh 10x masukan setiap hari terhadap pikiran positif sebab setiap saat kita berpikir, kita cenderung memikirkan hal-hal yang negatif.
Tinggalkan kegagalan kita yang terjadi di masa lalu. Karena, bukankah potensi yang ada di dalam diri kita, lebih besar dari kegagalan yang sudah kita lalui?
Oliver Wendell Holmes berakata “Apa yang ada dibelakang kita dan apa yang ada di hadapan kita bukanlah apa-apa dibandingkan dengan apa yang ada didalam diri kita” Maksudnya, Potensi yang ada didalam diri kita sejak kita lahir lebih besar bahkan mampu mengalahkan kegagalan yang sudah kita perbuat di masa lalu.
Now, tergantung pada diri seseorang apakah ia mau melihat potensi itu? Berpikirlah positif terhadap diri anda sendiri. Pribadi anda sangat berharga karena disaat anda melatih pikiran anda kepada hal yang positif, sesungguhnya anda adalah orang yang BERHASIL. Get the best and be a Successful man..!! ” IT’S ALL ABOUT THE POWER OF POSITIVE THINKING “
Active On Online Dynasis Network at http://www.dynasis-network.co.cc
Don’t let it LOSE! October 22, 2007
Posted by Global Quasis in Articles, Dynasis Network, Experience, Knowledge, Life and Character.add a comment
Bila perlu bawa buku dan pensil ke kamar mandi. Ide yang paling sering didapat biasanya di kamar mandi. Jika menemukan ide langsung di tulis karena kebanyakan orang ketika dapat ide tidak di tulis sehingga dalam jangka 5 menit, ide itu bisa lenyap dari pikirannya. Jangan biarkan ide-ide tersebut lenyap tanpa bisa di aplikasikan.Karena disaat mencoba untuk memikirkan untuk mendapat sebuah ide tidaklah hal yang gampang tetapi sebaliknya disaat kita sama sekali tidak memikirkan ide tersebut, maka sering sekali ide-ide yang kreatif muncul di dalam otak. Nahh…kalau ada ide-ide yang kreatif, kenapa tidak di tulis aja? Karena bagaimanapun, itu akan bisa digunakan dengan maksimal jika seseorang yang mendapat ide tersebut “berpikir” untuk menggunakannya. Kebanyakan orang menjadi korban apa yang Albert Einstein katakan. Dia bilang begini,”Hanya 5% orang berpikir, 10% mereka merasa kalau mereka sudah berpikir dan 85% mereka lebih memilih untuk mati sia-sia dari pada memilih untuk berpikir”. Woowww..!!! That’s a great statement!
What am I gonna say about thinking of something? Think it and grow on your own mind. A Fresh Mind will result a great idea,
great ideas come from a great moment kept by a great mind. Good Luck for ALL. STAY IN TOUCH!
Regards,
Inspiration of IMMER
Get off my back!!! June 17, 2007
Posted by Global Quasis in Experience, Hatred, Knowledge.add a comment
Jengkel, marah, emosi, apalah…semualah duh, pengen lempar HP dech…tapi ini hanya karena aq gak bisa ngontrol ja
dah pusing, buat tugas lagi (tapi klo otak kita bilang pusing, bener2 pusing lho) hahahhaa….
aku yang emosi, aku yang kasih solusi tuk tidak emosianeh kan? tau gak napa aku jengkel, emosi, dan mau marah rasanya
pengen lempar HP rasanya.
Ceritanya gini
TELKOMSEL kan klo sms 6, dapat 6 sms gratis (Jam 7:00-21:59) Nahh… aku coba sms ke 5 orang,dan 1 lagi aku pasti dapat bonus
aku pikir nanti aja sms 1 lagi manatau nanti ada tuk sms penting, sekalian aja, pikirku aku coba pasang alarm jam 9.45 karena klo gak ada lagi hal yg penting, aku sms aja 1x lagi, jadi dapet bonus dech Ehhhh… sementara aku pusing nyari ide buat tugas Essay Writing terus anehnya lagi, Alarmnya gak bunyi padahal settingan jamnya dah bener pas aku liat dah jam 10:06, duuuhhhhh aku langsung marah2 sendiri, jengkel sendiri, remes2 HP saking jengkelnya karena klo dah jam 10 kan gak dapat bonus lagi supaya dapat bonus harus besok dari jam 7 lagi (padahal cuman tinggal 1 sms lg dapet bonus 6 sms) duuhhh JENGKELLLLLLLLLLLL (tapi jengkel ma diri sendiri lho!!) tapi, ketika saya jengkel, marah2, dan emosi (untung gak banting2 KEPALA) hati nurani saya ngomong gini “Eh Immer, masa gara2 6 sms ja kamu emosi?” langsung aku ngerti walaupun gak panjang lebar hati nurani saya ngomong aku langsung responi dengan pikiran positip (Pikiran + lagi) aku kan sering bicara tentang pikiran +, jadi sekali2 dipraktekkan bila penting setiap saat tapi, susah bbooooo berpikiran + but, you can do it, trust me!!
Setelah aku responi dibarengi dengan hati yang mau taat, aku langsung lega lagi dan minta maaf ama siapa?
iya ama Tuhan donk karena Dia yang ngasih hati Nurani, iya gakk??? Itu aja, aku dah ngerasa lega koq, gak marah lagi.
With Love,
Immer
My Final Essay Test June 16, 2007
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Knowledge.add a comment
“Playing Chess” or “Playing Soccer”?
Actually, there are many kinds of sports which can be played. I do not understand what kinds of sports that I like much. Sometimes, I play some kinds of sports such as tennis, volleyball, badminton and soccer but some of these kinds of sports are not so liked by me. Thus, I am like a person who is learning about computer but after he completely finish all his subjects about computer such as graphic design, programming and web design, no one of these subjects that he masters particularly but all is usual. I often play chess and I ever hear that playing chess is a kind of sport but that time, I am not so sure if playing chess is a kind of sport because I think that kinds of sports are only which produce sweat. I just know after Mr. Pram said that playing chess is a kind of sport. One of the kinds of sports in which I also like to play is soccer as I have mentioned above. Two kinds of sports from five kinds of sports including chess which I like to play are soccer and chess. I like playing soccer and chess. Which one do I have to choose, playing soccer or playing chess? In this case, I will choose playing chess.
Why do I choose playing chess? I have arguments about this. There are some kinds of sports which need strong body stamina such as tennis, badminton, volleyball but it is not needed for all kinds of sports like playing chess. What do I mean about body stamina here? What I mean is too simple. I do not have to need strong energies such as running but I just stay at my seat when I play chess. In this case, I do not say that it is not important but body stamina is not more important which is needed in playing chess. The main thing in playing chess is a brain and strategy.
Then, my reason why I choose in playing chess is decision making. Making decision is not an easy thing. When making decision, I have to know if I think first and then make a decision or make a decision then I think what I have done. If I make a decision without I think first carefully, it means that I have to be ready to receive the consequence when my decision is not right because everything which will happen is needed to think. It is the same in playing chess, when I move the pawn position without thinking first what will happen after that or the position of pawn that I move, it can vitiate the other position on the chess board. After I think and realize that the most effective how to learn to make decision is when I play chess. This is my reason why I choose in playing chess. I need to learn how to make a right decision because making decision is the most important in my daily life.
Playing chess can also hone and sharpen my own memory and concentration. I know that every kind of sport must need concentration but sharpening memory is not trained in all kinds of sports. If I can say, not only kinds of sports which need concentration but also all aspects in human life because without concentration will not result maximal things. When learning, making decision and listening to someone, all of these must need concentration. Choosing chess can make me to sharpen my own memory because playing chess is an activity which helps on memory improvement. A chess player always tries to remember the pattern and position of the chess when playing chess. Beside that, playing chess will help me to be more concentrated because concentration in playing chess is the way to discover something new and unusual at the chess board, the way to create surprise with fresh ideas. I try to concentrate because I think about the tactics and strategies in playing chess. Automatically, when I often play chess with a full concentrated, it can make me usual when I am doing something. This encourages me to choose in playing chess.
My last reason why I choose playing chess is about the character. What character can I learn from playing chess? Playing chess is not only the process which involves 32 chess pieces and 64 checks but it is a battle which involves emotions between two persons that is limited by a standard game because they must ever make a blunder, it may be a small blunder or big blunder in playing chess. Every chess player, beginner player or professional player will show their individualistic character when they are playing chess through their play style. Their play style is not only the assimilation of their knowledge about chess but also it is an expression of their character. If we know much about someone in our daily life, we can guess what the play style which he will choose in playing chess. Someone who is too careful and always worried in this life, it will not show a brave play style. Someone who has a character as a gambler will play his game with risk decisions that sometimes he does not think carefully the strategies of his opposite. An optimistic person tends to think smart when playing chess and believe that his chess position on chess board can win the position of his opposite but a pessimistic person will always see dangers and difficulties in every position. Chess style is really a reflection of personality and character
Now, how about playing soccer? I like playing soccer but I also have the reasons why I do not choose in playing soccer. I still remember about my condition in the past and this remains what I feel until right now. It is about 10 years ago, I still remember that my body has a little lesion in my chest. That time, I fell down from a tree and it made me could not stay long when I tried to run. Why do I talk about “run” here? I talk about it because in playing soccer has to be able to run with strong body stamina. Here, if I am as a quarterback in playing soccer, I can not stay at my place but I have to move there and here. It means that a quarterback has to have good body stamina when playing soccer. In this case, I do not have good body stamina in playing soccer.
How about of making decision in playing soccer? In playing soccer also needs how to make right decisions. I have to be good in making decision when I am bringing or passing the ball into my friend but the player in soccer is not just one player but more than one player. In playing chess, it just needs two players. For example, first player is my position and second player is my opposite position. It means, when I make wrong decisions in playing chess, I will lose my good chess position on chess board because nobody can help me. How about if I make wrong decisions in playing soccer? Sometimes, when I pass the ball into my friend, although the ball is not exactly passed, my friend who accepts my passing can pass the ball into his friend. It means that if someone makes wrong decisions in playing soccer, it can be improved by the other friends in that team. Sometimes I do not know if I have made right decision or wrong decisions because when I make wrong decision in playing soccer, I still have other friends in my team who also can pass the ball into his friend. In playing chess, I have to be careful in making decision and this encourages me to be more independent of making decision because if I make wrong decisions in playing chess, it can make me lost. It does not mean that I do not need friends to improve or help me in learning of making decision but it will be better for me to learn myself as long as I can do.
What I have mentioned in playing chess is also needed in playing soccer. It is about concentration. Concentration is needed in playing chess and also in playing soccer. So, I will try to talk about sharpening memory. In playing chess, I can learn how to sharpen my own memory. In playing soccer I can also sharpen my own memory. For example, when I am in quarterback position, I can not take a striker position but in this case, more effective to learn in sharpening memory is when I am playing chess as I have explained above. This is one of my reasons why I do not choose in playing soccer when I want to sharpen my own memory.
The last one, when I talk about character, it will be more effective for me when I learn about character in playing chess because when I keep silent at my seat, I have to control and think that I can do it. What I mean that I have to control is about my emotion. If I get emotion in playing soccer, I can cry and jump but in playing chess I can not do this. If I try to cry when I play chess because of my emotion, I will look like a crazy boy. Learning about character in playing chess is not too different from learning character in playing soccer. In playing soccer, I also have to be able to control my emotion when I am held up by my opposite in playing soccer. A soccer player also has to be patient when bringing the ball to pass into his other team mate.
Playing soccer and playing chess are kinds of sports that I like. The kind of sport which I choose from the two kinds of sports is playing chess. My arguments about my choice have been explained above and I know that both sports need the same reasons such as body stamina, decision making, memory improvement and learning about character but the functions of these reasons have not been had by the two sports. In playing chess, I can learn of making decision and also in playing soccer but making decision in playing soccer is not as big as making decision in playing chess as I have explained above. Finally, after giving many explanations, I can make sure that I choose to play chess.
Just take it easy! Versi Indonesia from "What does Shinoda feel?" June 4, 2007
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Knowledge, Life Story, Love, Poetry.add a comment
tuk kamu dapat dipercaya
menuntunmu
disetiap waktu
berikan keberhasilan
berikan kesehatan
dan segala-galanya
pedulikan kamu setiap waktu
moga Tuhan meberkatimu
tuk peduli
tuk mengasihi
tuk senyum
tuk berdoa
dan bersyukur karena berkat Tuhan
Aku berharap dapat mengoleksi kata-kata yang indah
menaruhnya di tanganmu dan menggenggamnya
diutus dari surga
Mereka menuntun kamu
sayang ama kamu
dan menginspirasi kamu
kamu adalah malaikan yang termanis yang pernah aku punyai…
berharap, kamu akan jadi malaikat buat hidupku
Mereka berbagi di samudera yang sama
Bulan dan bintang ga bisa bersama pada waktu yang sama
Mereka ada pada satu langit
Sahabat tidak juga sering betemu
minta ‘morep’
sabahat bagaikan ‘nikejuz’
Sahabat bagaikan Nokia
Menghubungkan orang
sahabat bagaikan Mcd
Aku suka kamu
Immer bilang, lakukan aja
berpikir positif
berpikir sebelum buat keputusan
bertanggung jawab
dewasa dalam perkataan, kelakuan, dll
Tuhan memberkatimu
hidup bagaikan sebuah novel
banyak bab terbaca
dan terlupakan
tapi ada satu yang tidak akan terlupakan
yakni bab dikala ku bertemu kamu
dan kita menjadi sahabat
berhadap kamu selalu menang
andai hidup sebuah perjalanan
berharap kamu berjalan dalam bunga mawar
andai hidup sebuah suka cita
berharap kamu selalu tersenyum, sahabatku…
met malam
Thanks for calling me June 4, 2007
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Love, Poetry.add a comment
What does Shinoda feel? May 27, 2007
Posted by Global Quasis in Experience, Happiness, Love, Peace, Poetry.add a comment
The Brain Food Supplies May 27, 2007
Posted by Global Quasis in Articles, Experience, Knowledge.add a comment
We must consume food in our daily life. If we do not eat food in a day,
we will be tired to do something. Even we tend to lie in our bed room because we are not strong or do not have an energy of doing something.
In the sense of our body needs to be filled by food to make it strong.
Reading book for our brain is like the case that I have written above.
What is really the relation between reading book and consuming
food for our body? Here, book is like food and our body is as a brain.
Reading book is like giving food to our body that I have mentioned.
If we do not give food for our brain, our brain will be difficult to result ideas.
It means, our brain will be very weak to think.
It is the same case when we do not give food for our body,
our body will not be strong to do something.
Our body is to do something and our brain is to think but both need food.
We will take food that we like to eat.
We will not eat fried chicken if we just want to eat burnt chicken.
In reading book, we will feel the same case.
We will not read an economic book
if we just want to read a self-development book.
What we eat will effect our health.
What we read will also effect our own way to think.
If we just consume a kind of food, our health does not grow well.
The same thing, if we read a kind of book, for example,
we just read a computer book, our brain just knows the knowledge
about computer and we will be difficult to know the knowledge about
social, economic, self-development, philosophy, and so forth.
When we eat more than a kind of food,
our health will grow well.
This is like with our brain.
When our brain consumes by
reading many kinds of books, such as social,
economic, self-development, philosophy, etc,
our brain will grow well and
ideas of creating something will be easier.
It means, we need to make balance of reading books.
Thus, stay our healthy by consuming food regularly.
Giving food to our body will make us strong to do what we will do.
Giving food to our brain by reading books will make
our brain grows well.
Our brain will create bright thoughts and ideas
when it is kept by reading books regularly.
Self-Inspiration




Last Update on September 14, 2008