Pribadi yang unggul September 25, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Experience, Kesaksian, Life Story.add a comment
Saya membaca pengalaman yang luar biasa ini saat berada di sebuah taksi dalam perjalanan dari rumah ke kantor pagi ini. Kisah-kisah yang diceritakan dalam majalah itu merupakan kiriman dari para penumpang yang berterima kasih karena merasa sangat terbantu, terinspirasi dan mengalami pengalaman yang tidak akan mereka lupakan selama berinteraksi dengan pengemudi taksi dari perusahaan tersebut.
Namanya Ferry Anita, seorang pengemudi taksi wanita Blue Bird dari Pool Narogong, Bekasi. Salah seorang penumpang mengirimksurat kepada manajemen Blue Bird yang berisikan ucapan salut karena apa yang telah dilakukan oleh Ferry. Saat membawa penumpang di sekitar jalan Tol Bekasi Barat di pagi hari, tiba-tiba Ferry menghentikan dengan tiba-tiba taksinya. Hal ini tentu mengagetkan penumpang. Hal ini dia dilakukan karena tepat di depan mereka ada sebuah mobil sedan yang terguling dengan posisi mobil miring kekiri dan berada di tengah badan jalan tol.
Segera Ferry meminggirkan taksinya di dekat mobil yang terguling dan secepatnya keluar untuk membantu. Ternyata di dalam mobil ada sepasang suami istri yang terperangkap. Untungnya kondisi mereka tidak parah karena tertahan oleh seat belt. Dengan dibantu oleh penumpang taksinya akhirnya Ferry berhasil mengeluarkan kedua orang itu dan meletakkannya di pinggir jalan. Ferry kemudian mengambil bekal air mineral dan minyak kayu putih yang selalu dia bawa di taksinya dan memberikannya kepada kedua orang yang terluka itu. Selama kejadian itu tidak ada seorangpun pengemudi yang lewat di pagi yang ramai itu untuk turun membantu. Mereka hanya melambatkan mobilnya dan melihat upaya penyelamatan itu dan kemudian melaju kembali. Ferry dan penumpang taksinya menemani kedua orang yang terluka itu sampai akhirnya petugas jalan tol datang dan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.
Pengalaman berbeda dialami oleh Murdo Caroko seorang pengemudi Blue Bird dari Pool Kelapa Gading. Sebelum menjadi pengemudi taksi, Murdo adalah seorang pegawai di Pelabuhan Tanjung Priok. Suatu malam di dekat kawasan Hotel Mulia Senayan ada seorang bapak yang menyetop taksinya dan minta diantar ke daerah Pluit. Bapak tersebut membawa 1 tas besar dan sebuah bungkusan plastic berwarna putih. Setelah sampai tujuan, sesuai dengan standar yang berlaku di Blue Bird Murdo meminta si bapak untuk memeriksa jangan sampai ada barang yang tertinggal.
Setelah melanjutkan perjalanan beberapa menit, Murdo melihat ke kursi penumpang melalui kaca tengah ada bungkusan plastik putih tertinggal yang diletakkan agak masuk dalam lipatan kursi. Segera dia berhenti dan mengambil bungkusan plastik itu. Sepintas isi tas plastik itu adalah perhiasan dan agar lebih jelas dia turun dan melihat kembali isi bungkusan itu. Ternyata isinya berbagai macam perhiasan emas dan berlian yang jumlahnya cukup banyak. Segera saja Murdo memutar mobilnya kembali ke tempat si bapak tadi turun dan menunggu selama beberapa lama.
Karena bapak yang ditunggu tidak juga muncul akhirnya barang itu dia bawa segera ke pool untuk disimpan. Esok paginya dia mendapat panggilan untuk segera kembali ke pool dan disana ternyata sudah menunggu 4 orang salah satunya adalah bapak penumpang taksinya beserta bungkusan plastik yang tertinggal. Bapak tersebut segera menghampiri dan memeluk Murdo sambil berkata “Terima kasih pak, karena kejujuran bapak telah menyelamatkan hidup orang lain”. Orang yang ikut denganbapak tersebut bergantian memeluk Murdo dan berucap terima kasih. Bapak tersebut kemudian menjelaskan bahwa perhiasan yang tertinggal kemarin hendak dijual dan uangnya akan digunakan untuk biaya operasi anggota keluarganya yang saat ini sedang dalam kondisi kritis di Rumah sakit.
Bapak tersebut mengeluarkan sejumlah uang yang banyak dan hendak diberikan kepada Murdo, namun dia menolak dan berkata bahwa itu memang sudah kewajibannya mengembalikan barang yang memang bukan hak-nya. Karena terus menolak akhirnya Bapak tersebut berjanji akan memberikan bantuan bea siswa kepada anak-anak Murdo sampai mereka selesai sekolah. Saat saya membaca pengalaman-pengalaman menakjubkan itu tanpa terasa ada rasa haru, takjub dan bangga bahwa ternyata kebaikan dan kejujuran itu tetaplah sesuatu yang amat indah wujudnya.
Kedua tokoh dalam pengalaman diatas memiliki hal yang sama: karakter pribadi yang unggul. Walaupun mereka sebenarnya punya pilihan untuk terus saja saat melihat ada kecelakaan atau mengambil barang yang tertinggal tapi mereka lebih memilih untuk peduli pada orang lain dan mengutamakan kejujuran.
KasihNya peduli buat kita semua September 25, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Manna, Poetry, Renungan.add a comment
Aku tidak merasa senang jika memergokimu sedang melakukan sesuatu perbuatan yang salah. Aku tidak menawarkanmu hdup baru hanya untuk menariknya kembali pada saat kamu mengulurkan tangan untuk hal itu. Hanya utukmu, Aku membuat suatu rencana besar dan mengutus Yesus ke dunia untuk menyelamatkanmu. Sehingga Aku tidak menunggu saja untuk memukulmu pada waktu kamu melakukan perbuatan salah. Hidupmu terlalu berharga bagi-Ku untuk diboroskan bagi hal yang tidak berarti seperti itu.
Tujuan-Ku selama ini adalah untuk menunjukkan kepadamu cinta kasih-Ku dan menarikmu kepada-Ku untuk menyembuhkan luka-lukamu dan membuatmu menjadi utuh dan untuk memberimu suatu kesempatan pada kehidupan yang nyata – kehidupan yang abadi untuk selamanya.
Bapa dan Sahabatmu, Tuhan Yoh 3 : 16-17/Mail
Resep pernikahan bahagia September 24, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Life and Character.1 comment so far
Dihargai adalah salah satu keinginan terdalam dari setiap mahlik hidup. Kita semua ingin sekali memberi dan menerima lebih banyak pengakuan, meskipun kita tidak menyadari betapa besarnya keinginan itu. Dan yang terpenting, pasangan Anda pun sangat mendambakan pujian dan pengakuan.
Setiap manusia terbiasa melihat hal-hal yang keliru dan langsung mengkonfrontasi hal tersebut dengan melontakan berbagai kritik. Patinya semua itu dinyatakan dengan maksud baik, naum sayangnya efeknya tidak sebaik yang diharapkan.
Alicia dan Derek adalah pasangan muda yang sedang mempertimbangkan sebuah perceraian, karena berbagai kebiasaan sepele yang tidak dapat disatukan. Ketika berkonsultasi atas masalah mereka, Alicia dan Derek diminta untuk melakukan tips berikut ini:
Pertama mereka harus berlatih melakukan “Tiga A”, Acknwoledgement (Pengakuan), Appreciation (Penghargaan) dan Awe (Kekaguman).
1. Acknowledgement (Pengakuan), berarti memperhatikan kualitas atau sumbangan yang luar biasa dalam diri seseorang.
2. Appreciation (Penghargaan), berarti menangkap sifat dan nilai sesuatu atau seseorang dengan mengungkapkan syukur. Sebagai contoh : “Saya benar-benar menghargai kamu mau meluangkan waktu menemaniku berbelanja.”
3. Dan yang terakhir adalah Awe (Kekaguman). Mengagumi berarti memiliki kekaguman atau rasa hormat yang mendalam, diilhami dari sesuatu yang luar biasa atau menakjubkan.
Selain melakukan “Tiga A” tersebut, Derek dan Alicia juga membuat kesepakatan untuk tidak melakukan “Tiga C” yang sangat beracun dan mematikan. Tiga C itu adalah,
1. Criticizing (Mengkritik),
2. Complaining (Mengeluh),
3. Condemning (Menyalahkan).
Mereka belajar, alih-alih menunjukkan kesalahan pasangannya, mereka menggunakan “pendekatan plus”. Artinya, daripada menyalahkan pasangan atas kesalahannya, mereka coba menawarkan solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Anda lihat bedanya? Pendekatan lama yang menyalahkan akan memicu rasa malu dan rasa terpisah, sementara “pendekatan plus” akan terasa segar, inovatif dan terbuka pada kemungkinan baru.
Ini adalah fenomena menarik yang perlu Anda alami dalam pernikahan Anda. Bayangkan atmosfer dalam rumah Anda dipenuhi dengan keamanan, kegembiaraan dan pengakuan, bahkan merupakan sebuah petualangan hidup yang sangat menarik dan tanpa akhir, bukan lagi pengulangan yang berat dan membosankan. Resep tersebut sangat sederhana, cukup Anda lakukan “Tiga A” dan jangan lakukan “Tiga C”, maka kehidupan Anda pasti akan berubah./Jawaban.com/EN
Kekuatan sendiri vs Mengandalkan Tuhan September 24, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Entrepreneurship, Kesaksian.add a comment
Ketika saya menulis kata pengantar buku Beyond Survival (a family business book), karya Dr. Leon Danco (USA), pada akhir tahun 2007, saya menulis perbedaan antara manajemen yang saya terapkan sekarang dan yang dahulu. Dahulu saya mengelola dengan kekuatan sendiri (by my way) dan sekarang mengandalakan Tuhan (by His way).
- By my way
Sebelum anak Tuhan dilahirkan kembali (lahir baru), kebanyakan mereka mengelola bisnis dengan kekuatan sendiri. Ini termasuk saya. Ada beberapa kegiatan yang pernah saya kelola dengan kekuatan sendiri seperti bisnis pendidikan, management consultant dan bahkan pelayanan rohani. Saya ditegur oleh Tuhan: “Kalau saya tidak menanyakan apa maunya Tuhan pasti jarang berhasil.” Bahkan dalam pelayanan rohani, saya merasa bangga karena sudah melayani dari Banda Aceh sampai Kupang, namun Tuhan berkata: “Yang kamu cintai adalah pekerjaanKu bukan Aku.” Mendapatkan pernyataan semacam itu saya menangis atas kebodohan rohani saya. - By His way
Mengelola dengan cara Tuhan adalah cara yang paling tepat. Saya bisa berkata begitu karena semua yang ada di dunia adalah miliki Tuhan dan kita adalah pengurus atau penata layan (steward). Kalau Tuhan sebagai pemilik, Dia tahu bagaimana dan apa yang harus dikerjakan (master planner). Sebagai pengelola, kita dianjurkan untuk menerapkan kasih terhadap bisnis yang kita kelola seperti milik sendiri (sense of belonging)
Oleh Dr. Leon Danco, saya diberi hak untuk menerjemahkan bukunya dan mendistribusikan se Asia Tenggara. Pada waktu Dr. Danco mengatakan itu seolah-olah saya tidak percaya. Apalagi sewaktu dia berkata bahwa royalty-nya untuk saya semua, rasanya mau menangis… praise to Lord…You are so kind.Beyond Survival sudah dicetak ulang (yang versi Indonesia). Saya berjanji untuk memberikan royalty tahun pertama buat gereja yang mengubah hidup saya. Beberapa waktu yang lalu buku
Setelah saya mentransfer lalu menelpon hamba Tuhan tersebut, beliau sempat kaget dan menangis karena belum ada satu jam beliau berdoa pada Tuhan agar mengirim seorang “raja” untuk memberi ongkos pelayanannya. Hal yang lebih menguatkan, keesokan hari, hamba Tuhan ini bercerita bahwa angka (Rp…) yang dilihat di mesin ATM sepertinya salah, namun dikeluarkan tunai kok tidak habis-habis dan persis untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, mana yang lebih enak mengandalkan kekuatan sendiri atau Tuhan?Ev. Daud Tjondrorahardja.
Go deeper September 24, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Renungan.add a comment
Elia adalah nabi yang begitu diurapi Allah. Dia kalahkan ratusan nabi Baal dan Asyera, dia datangkan hujan yang sudah 3,5 tahun berhenti, bahkan dalam Perjanjian Baru dia muncul bersama Yesus dan Musa. Namun hal tersebut tidak menjamin dia bebas dari rasa takut karena intimidasi.
Saat Izebel mengintimidasi, dia begitu takut, sehingga dia melarikan diri ke padang gurun, sebuah tempat kering dan banyak ular beludaknya. Anehnya, dia tidak lari ke padang rumput atau ke kota perlindungan , tempat dia bisa mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Hati-hati! Elia lari ke padang gurun dan akhirnya jatuh; dia merasa lebih baik mati.
Apapun yang kita hadapi; intimidasi, ketakutan, kekuatiran, tetap kerjakan 2 perkara utama yaitu:
- Makan roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia (Yoh 3:33-35). Roti berbicara mengenai Firman Allah. Baca dan renungkan Firman Tuhan dengan teratur agar lahir rhema dalam kehidupan kita.
- Minum air dari sorga (Yeh 47:1-5). Air berbicara mengenai Roh Kudus, urapan, sesuatu yang keluar dari Tuhan, dan penyertaan Tuhan. Seperti wanita Samaria yang dalam kehidupannya perlu dipuaskan, ketika dia bertemu Yesus kehidupannya langsung berubah.
Kita terus melakukan 2 perkara ini karena (1) kita butuh kekuatan! (2) karena perjalanan kita masih jauh! (3) Tuhan mau kita sampai garis akhir. (4) Masih banyak hal yang harus kita lakukan, seperti menjangkau bangsa-bangsa, merebut kekayaan bangsa-bangsa, menggenapi visi Allah, dan menaklukkan milik pusaka kita masing-masing./Budi Abdipatra/Warta Jemaat GKKD Djogja.
Kasihilah semua orang karena Allah sendiri adalah kasih itu September 24, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Manna, Renungan.add a comment
Anak-Ku,
Kasih itu bukan sekedar perasaan yang biasa. Ia lebih dari suatu hubungan badani. Kasih adalah komitmen, saling menghormati dan saling memperdulikan. Kasih merupakan seorang pelari yang tidak pernah menyerah dalam pertandingan, meski ia kelelahan. Kasih adalah seorang serdadu yang memberikan mantelnya kepada kawannya walaupun ia sendiri kedinginan. Kasih adalah seorang bintang sepakbola yang memenangkan trofi tanpa membanggakannya terhadap kawannya yang bukan olahragawan. Kasih adalah seorang sopir yang telah menunggu di jalan, namun mempersilakan mobil lain dalam antrean untuk mendahuluinya.
Kasih adalah seorang ayah yang dapat mendisiplinkan anaknya secara adil dan tanpa marah-marah. Kasih akan senang jika kebenaran disebutkan dan ia bersukacita terhadap hal-hal baik atas diri orang lain. Kasih merupakan sebuah nyanyian yang tak akan pernah berhenti.
Kekasihmu, Tuhan, 1 Korintus 13:4-7/Mail
Dekatkanlah dirimu kepadaNya September 23, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Manna.add a comment
Anak-Ku yang Terkasih, Apakah kamu mengenal seseorang yang mengambil les gitar sejak mereka masih kecil? Mereka adalah musisi yang jauh lebih baik daripada seseorang yang baru mulai belajar pada usia 15 thn. Demikian pula, kamu tidak pernah terlalu muda untuk memulai satu hubungan dengan-Ku. Jika kamu mengenal-Ku lebih baik dari sekarang, pada waktu kamu mencapai usia 30 thn, kamu akan berdiri di tanah yang kokoh dan kehidupanmu akan lebih baik dari yang pernah kamu bayangkan. Luangkanlah waktumu bersama-Ku hari ini. Jangan menunggu sampai besok.
Sahabatmu, Tuhan Ya Allah, Engkau telah mengajar Aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 71:17)/Mail
Bertumbuh dengan kesabaran September 20, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Life and Character.add a comment
Kesabaran adalah tanda dari kedewasaan seseorang. Kalau saudara ingin bertumbuh, belajarlah untuk bersabar. Saat bayi tidak mendapatkan keinginan mereka dengan segera, mereka akan sangat marah dan menangis keras. Kebanyakan anak-anak sangat tidak sabar, mereka tidak tahu perbedaan antara “tidak” dan “belum”. Kedewasaan melibatkan kemampuan untuk mengunggu, untuk hidup dengan persetujuan yang tertunda.
Kesabaran dimulai dengan mengubah cara pandang saudara. Saat seseorang sedang tidak sabar, orang tersebut mempunyai perspektif yang terbatas. Yang ia lihat hanya diri sendiri, kebutuhannya, keinginannya, tujuannya, jadwalnya, dan bagaimana orang lain telah mengacaukan hidupnya.
Kembangkanlah persepektif yang baru.
Temukan cara baru untuk memanda situasi atau orang yang membuat Saudara terlibat dalam masalah. Apakah saudara ingin tahu rahasia untuk sukses? Kalau saudara ingin menjadi suami atau isteri yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang pasangan saudara. Kalau saudara ingin menjadi orang tua yang sukses, belajarlah melihat kedupan dari sudu pandang anak saudara. Kalau saudara ingin menjadi pebisnis yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang konsumen saudara. Kalau saudara ingin menjadi atasan yang sukses, belajarlah melihat kehidupan dari sudut pandang bawahan saudara.
Pandanglah segala situasi dari perspektif orang lain.
Ketika saudara memandang situasi dari perspektif orang lain, saudara akan mengerti mengapa seseorang merasakan dan bereaksi seperti yang telah mereka lakukan. Ketahuilah bahwa cara lain yang lebih potensial untuk mengurangi konflik dalam kehidupan saudara adalah menempatkan diri saudara dalam posisi orang lain.
Kebijaksanaan
“Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” (Amsal 19:11). Dengan kata lain kebijkasanaan yang dimiliki seseorang membuatnya mampu bersabar. Kebijaksanaan adalah melihat kehidupan dari sudut pandang Allah. Dari perspektif diri saudara akan bisa berkata:
- Saya hanya seorang manusia, bukan Tuhan. Saya tidak sempurna dan tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi dalam kehidupan saya.
- Tidak ada orang lain yang sempurna juga. Jadi seharusnya saya tidak terkejut atau marah secara berlebihan ketika mereka mebuat kesalahan atau mengecewakan saya.
- Tuhan adalah satu-satunya yang memegang kendali. Dia dapat menggunakan situasi, gesekan atau konflik, dan masalah yang saya alami untuk menggenapi rencanaNya dalam hidup saya./Sr/Warta Jemaat GKKD Djogja.
Hidup Berkelimpahan September 20, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Life and Character.add a comment
Beberapa orang salah berpikir bahwa kehidupan yang berkelimpahan berarti memiliki banyak uang, mobil-mobil yang baru dan mahal, seorang suami yang ganteng atau isteri yang cantik, bekerja ketika mau bekerja dan berlibur kapan pun mereka mau jika mereka tidak ingin bekerja. BANGUNLAH! Bukan ini hidup yang berkelimpahan yang Yesus katakan. Hal semacam ini adalah fantasi dari televisi.
Kehidupan berkelimpahan adalah:
- Memiliki persekutuan dan hubungan yang dekat dengan Allah melalui Yesus Kristus.
- Dapat mendengar suaraNya setiap hari dan menjawab Dia, bukan hanya hidup oleh pemikiran-pemikiran dan tujuan sendiri.
- Kebutuhan-kebutuhan Anda bukan hanya terpenuhi, namun bahkan lebih lagi, sehingga Anda dapat menjangkau keluar untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
- Berjalan didalam kesembuhan dari penebusanNya, baik Anda dalam keadaan sehat atau dalam proses untuk menerima kesembuhan. Dia menyediakannya bagi kita.
- Berjalan dalam damai dengan orang-orang disekitar Anda
- Berjalan didalam kasih agape, yaitu kasih yang tidak egois, memberi, mengampuni, baik, sabar, rendah hati, penuh iman bagi orang lain dan rela berjalan dua mil dengan orang lain.
- Memiliki damai didalam pikiran Anda dan bukan kebingungan, ketakutan, keragu-raguan, atau kebimbangan.
- Berjalan didalam iman dengan sikap positif, bukan negatif. Percayalah bahwa tidak ada yang mustahil.
- Memiliki keluarga yang mengasihi Allah dan mengasihi satu sama lain.
- Melihat kuasa mujizat Allah bekerja setiap hari disekitar Anda dalam perkara-perkara kecil dan perkara-perkara besar. Memiliki sikap iman, bukan kebimbangan, keragu-raguan dan ketakutan.
- Berjalan didalam kemenangan yang dia telah rebut bagi Anda melalui kematian dan kebangkitanNya dari kematian. Tidak ada lagi rasa malu, rasa bersalah, atau tuduhan atas kegagalan-kegagalan masa lalu, kekalahan, atau dosa Anda, namun berjalan dalam kebenaran, damai, dan sukacita di dalam Roh Kudus.
- Bergerak didalam aliran illahiNya kepada orang lain. Dapat memimpin seseorang kepada Yesus, mendoakan kesembuhan bagi orang lain dan melihat kuasaNya bekerja, mendoakan kelepasan bagi orang lain yang terbelenggu dan melihat mereka dimerdekakan, mendengar dari Allah bagaimana menolong orang lain dan melihat mereka diberkati lewat ketaatan Anda./Sr/Mewaspadai Tipu Daya Setan/Sharon Daugherty/Warta Jemaat GKKD.
If you wanna BE HAPPY September 19, 2008
Posted by Immer, Jaringan Dynasis Online in Articles, Entrepreneurship, Life and Character.add a comment
Sewaktu memberi seminar kewirausahaan, saya pernah memberi statement dan bertanya: “If you wanna be happy and rich, don’t go to school!” Lalu pertanyaannya, “Jenis pekerjaan apa itu atau seseorang yang bagaimana itu?”
Kelihatannya enak sekali membaca dan mendengar statement diatas. Ingin happy dan kaya namun tidak usah menuntut ilmu. Pekerjaan apa itu? Coba pikirkan, yang di Indonesia saja, tidak usah jauh-jauh di Amerika, Australia, atau Eropa. Di negara tertentu memang ada yang mendukung ada yang kontra. Buku nya pun sudah terbit beberapa tahun yang lalu dengan pengarang Robert T. Kiyosaki. Dia memang menulis apa yang dialami namun buku tersebut tidak boleh masuk Indonesia.
Jawaban dari statement diatas adalah PREMAN! Mari kita telaah satu persatu statement di atas. Ada dua kata kunci dan satu kalimat pengaruh. Dua kata kuncinya adalah HAPPY dan RICH, sedang kalimat pengaruhnya adalah DON’T GO TO SCHOOL.
- Happy
Apa beda happiness dan pleasure? Happiness kalau diterjemahkan hurufiahnya berarti senang dan sukacita, sedang pleasure (puas). Kalau dilihat seiring kemajuan jaman dan sikap konsumtif, banyak orang yang stress sedikit saja, inginnya makan yang enak-enak (biar puas). Kesal sedikit, inginnya kenikmatan dunia yang hanya sekejap (biar puas). Apakah kita senang hanya dengan makan sate kambing atau bermalam di hotel bintang lima. Apakah semuanya bisa dibeli dengan uang? Apakah sukacita bisa dibeli dengan uang? - Rich
Semua orang ingin kaya. Tidak ada salahnya dengan hal itu, asal dari Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan. Kita boleh suka pada kekayaan namun jangan cinta pada kekayaan. Apakah yang Tuhan janjikan pada kita? “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan (Mat 6:33).” - Don’t go to school
Saya benar-benar tidak ingin ‘latah’ dan tidak ingin berbuat salah. Dulu saya berpikir mau ambil S3, selarang S2 saya ternyata hanya disuruh Tuhan untuk mengerjakan hal-hal taktik saja, sedang strateginya tetap mengacu pada Tuhan.
Kita lihat contoh orang tua kita sendiri. Ayah Ibu saya hanya lulus SMA dan SMP. Teman saya seorang motivator No. 1 di Indonesia bergelar SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat). Lalu apakah sekolah tidak perlu? Jangan katakan tidak perlu kalau Tuhan mau pakai. Seseorang lulusan S3 sekarang ini diperlukan untuk menghitung terobosan micro finance agar bisa membuat sesama financial free dan happy. Jadi apa pilihan Anda?/Daud Tjondrorahardja, Warta Jemaat GKKD Djogja

Last Update on September 14, 2008